Preschool

Sekolah Dynata menawarkan keseimbangan yang sempurna dari belajar dan bermain bagi anak usia 2-6 tahun dengan menggabungkan pengalaman belajar terstruktur dengan kegiatan bermain yang dirancang untuk setiap tahap perkembangan yang menyenangkan, aman dan memelihara lingkungan dengan guru yang berkualitas.

KONSEP KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR PRESCHOOL

Active Learning 
Proses pembelajaran bagi anak usia dini adalah proses interaksi antar anak, sumber belajar, dan pendidik dalam suatu lingkungan belajar tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan memusatkan anak sebagai subjek pembelajaran sehingga menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar.

Bermain Sambil Belajar, Belajar Seraya Bermain
Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan konsep “bermain sambil belajar” karena bermain merupakan sifat alami setiap anak. Anak dapat belajar melalui permainan untuk memahami dirinya, orang lain dan lingkungannya. Kegiatan bermain yang berencana, seperti disekolah, dapat mengembangkan secara dini kemampuan dasar yang dimiliki setiap anak. Adapun program kegiatan belajar dalam rangka pengembangan kemampuan dasar meliputi aspek – aspek sebagai berikut :

  1. Agama/Moral/Budi Pekerti
    Sekolah mengenalkan dan mengejarkan moral dasar terhadap anak mengingat anak di usia dini cenderung mencontoh sikap – sikap yang dilihat disekitarnya, melalui pembelajaran ini diharapkan anak dapat mengenal agama yang dianut, berperilaku jujur, penolong, sopan, hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari besar agama, dan menghormati (toleransi) agama orang lain.
  2. Bahasa
    Pembelajaran bagi anak-anak ditahap awal pendidikan mereka difokuskan pada kemampuan Bahasa yaitu, mendengar, berbicara, membaca, menulis. Kemampuan-kemampuan ini adalah dasar yang kuat. Untuk menjamin bahwa pengalaman berbahasa yang berharga tersebut dapat terbagi dengan murid lain, guru akan mengisi pelajaran bahasa, dengan tetap memperhatikan pada kemampuan masing-masing individu.
    1. Bilingual
      Mengajarkan bahasa Inggris melalui pembiasaan dalam percakapan. Konsep bilingual ini dilakukan secara bertahap, seiring dengan kemampuan bahasa Ibu (Bhs. Indonesia)
    2. Listening
      Anak mulai menggunakan kemampuan mendengar jauh sebelum mereka bersekolah, tetapi disekolah, kemampuan mendengar (listening) menjadi aktivitas yang lebih serius. Tujuan guru adalah berinteraksi dengan pembicara; memberikan respon terhadap apa yang mereka dengar; mendengarkan cerita, suara dan lagu; mendengarkan dan mengikuti perintah; mendengarkan informasi dan membaginya dengan yang lain.
    3. Speaking
      Sama seperti mendengarkan, siswa sudah bisa berbicara sebelum mereka mulai bersekolah, karena kemampuan berbicara terkait erat dengan kemampuan komunikasi yang lain. Tujuan guru adalah agar siswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan diskusi di kelas; berinteraksi dengan teman atau orang dewasa baik disekolah maupun dirumah, dll.
    4. Writing
      Menulis merupakan kemampuan yang berkembang melalui kemampuan membaca. Pada level pendidikan anak usia dini, tujuan guru adalah mendorong murid membuat tulisan di kertas (meskipun hanya sekedar coretan pada awalnya); “menulis” melalui menggambar merupakan langkah awal dari belajar menulis.
    5. Reading
      Dalam bidang bahasa, tujuan pembelajaran adalah agar murid mengetahui bahwa tulisan berasal dari ucapan yang kemudian ditulis, dan dapat dibaca kembali dengan belajar membaca gambar dan simbol; belajar membaca warna dan benda-benda umum lainnya; mengetahui abjad; belajar membedakan berbagai bunyi huruf; menambah pembendaharaan kata lewat pengalaman, dll.

Fisik ( Koordinasi Motorik Halus dan Motorik Kasar)
Anak – anak memiliki sifat yang sangat aktif dan memiliki tenaga yang sangat luar biasa.
Dilakukannya aktivitas fisik sangat berhubungan dengan kemampuan motorik kasar maupun motorik halus. Melalui kegiatan belajar sambal bermain yang diterapkan diharapkan dapat membentuk koordinasi antara Motorik Kasar yakni memiliki kemampuan  gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, dan lincah serta mengikuti aturan dengan Motorik Halus yakni memiliki kemampuan menggunakan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk.

Seni dan Budaya
Ekpresi pribadi adalah alami bagi anak-anak dan harus didukung dan dikembangkan. Sangatlah penting bagi guru dan orangtua untuk menerima ekspresi unik anak tanpa mengkritikinya. Ekspresi dan potensi anak dapat diterapkan melalui seni dan budaya yang diharpakan mampu menstimulasi aank untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimaginasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta mampu mengapresiasi  karya seni.

Daya Pikir dan Daya Cipta (Kognitif)
Kegiatan yang berencana di sekolah diharapkan dapat membantu anak dalam  mengembangkan daya cipta dan daya pikir anak sehingga anak dapat memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru. Kegiatan ini diaplikasikan melalui program belajar Math dan Science yang meliputi :

  • Basic Terms
    Mengajarkan anak agar mengerti terminologi dasar yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antar objek atau angka; lebih dari, kurang dari, sama dengan, berbeda dengan, dan grup atau set.
  • Spatial Terms
    Anak-anak umumnya mengenal istilah-istilah seperti: jauh dan dekat, didalam dan diluar, diatas dan dibawah, didepan dan dibelakang, buka dan tutup, kanan dan kiri, kosong dan penuh, disamping, diseberang, pertama, berikutnya, dan terakhir.
  • Comparisons
    Istilah-istilah perbandingan yang biasanya digunakan oleh anak-anak adalah tinggi dan pendek
    besar dan kecil panjang dan pendek  lebih tinggi dari, paling tinggi; lebih pendek dari, paling pendek.
  • Numerals
    Pada saat mulai bersekolah, sebagian besar anak-anak sudah mulai mengenal dan belajar angka. Di sekolah, mereka mulai mengembangkan kemampuan ini dengan menghitung, mengenali dan menulis hingga angka 20 (dua puluh), mengurutkan pertama, kedua, ketiga,dst; mengenali benda-benda dan mengelompokkan mereka menurut bentuk, jumlah maupun warnanya; dan mampu mengenali sekelompok benda berjumlah 5 (lima) tanpa harus menghitung setiap bendanya.
  • Shapes
    Pembelajaran mengenai bentuk, merupakan langkah awal pengenalan geometri. Anak-anak mulai belajar dengan mengenali bentuk-bentuk seperti: lingkaran, persegi panjang, kotak, dan segitiga.
  • Time and Measurement
    Tujuan guru mengenalkan waktu, uang dan pengukuran adalah, agar anak-anak mengerti konsep pagi, siang, dan malam, belajar mengestimasi jarak dengan menggunakan benang, tangan, kaki atau dengan alat lainnya. Mengetahui perbedaan ukuran dan berat sebuah benda.
  • Living Things
    Anak-anak mempelajari sifat dari tanaman dan binatang melalui pola pertumbuhannya, kegunaannya, dan perawatan yang mereka perlukan. Anak belajar untuk mendeskripsikan dan melakukan perawatan terhadap tanaman dan binatang, dll.
  • The Five Senses
    Anak-anak dapat mengunakan dengan sadar sepenuhnya indra mereka (perasa, penciuman, pendengaran, sentuhan dan penglihatan) untuk memperoleh informasi tentang dunia sekelilingnya.
  • Development of Inquiry and Thinking Skill
    Anak-anak belajar untuk mengamati dengan seksama, bertanya, dan melakukan eksperimen kecil (biaasnya dengan tanaman dan binatang).
  1. Sosial – Emosi
    Dalam tahun awal masa sekolah, kurikulum sosial berorientasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar, hubungan sosial, dan tanggung jawab. Diharapkan anak agar mampu memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaikan diri dengan orang lain, mengetahui  hak-haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesame, mampu bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain, bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.